Tampilkan postingan dengan label Malam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Malam. Tampilkan semua postingan

Aku Ingin Pulang

0 komentar
aku ingin pulang ....
menapaki jalan yang dulu pernah kulalui
berharap menemukan sisa kenangan
yang entah tercecer dimana....

aku ingin beranjak..
menembus senja
meretas jalanku sendiri...
menempuh sunyi yang hakiki...

aku ingin melangkah menembus hujan
dalam balutan tetes airnya
yang kurasa sedingin hatiku

Tuhan, jemputlah aku..
Jika memang waktuku telah habis disini
dari sunyi ..kembali ke sepi....

KAU ADALAH

1 komentar
kau adalah rumah
yang dinding-dindingnya kupakai berlindung
kala lemah

kau adalah rumah
yang atapnya menjadi tempatku bernaung
saat lelah

kau adalah rumah
yang pintunya membebaskan aku
untuk melangkah masuk atau keluar

kau adalah rumah
yang setiap ruangannya memberikan kehangatan
yang jendelanya merupakan mata hatiku
yang tamannya memberikan kesegaran harum bunga


yang keseluruhannya membuatku bahagia....

Sebuah Catatan Hati

0 komentar
LuKa ItU..
AdA bUkAn KaReNa UcApAnMu..
TaPi KaReNa DiAmMu

LuKa ItU..
MeNgAnGa KaReNa KeHiLaNgAnMu..
SeBaB tIaDaMu

DaN LuKa ItU..
TaK bErArTi Ku MeMbEnCiMU..
JuStRu SeBaB kUtErLaLu
MeNcInTaImU..
SeMeNtArA kAu MeMbIsU
DaN LaNtAs BeRlAlU...

AkU tErLuKa..
NaMuN tEtAp KuMeNcInTa
HaNyA kAmU sAjA...

Dimanakah Jiwaku ?

0 komentar
aku mencari sepotong hati yang tak pernah mati
sepotong hati yang mungkin tercecer di suatu jalan yang pernah kulewati
atau bahkan mungkin sama sekali belum terjamah olehku...
entahlah...
apakah mungkin ia belum kutemukan
ataukah dia telah kulewati begitu saja tanpa aku peduli ?

ketika jiwaku merapuh..
kurindukan sepotong jiwa yang mampu menggenapinya
langkahku membentur cadas
tubuhku tertabrak dinding karas
panas....

tiap saat yang berlalu kucatatkan dalam rupa yang tak terbentuk
kelu...lirih...sakit...per
ih...bisu...mati...rapuh..patah...belah...pasrah..kalah...
sakit apalagi yang belum kurasa ?
nyeri manalagi yang tak sempat ku jamah ?
hatiku menggapai-gapai jiwaku yang tak kulihat lagi ...

PURNAMA YANG SAMA

0 komentar
kita masih menatap purnama yang sama kan ?
mematikan lampu beranda dan menikmatinya dalam kegelapan
bercerita lirih tentang rasa kita yang sepurna bulan itu

kita masih mencintai sabit yang itu juga kan ?
cahyanya kuning berpendar seantero jagat
kau genggam tanganku hangat
mengusapnya perlahan untuk kemudian mengecupnya lembut...

kita masih menikmati bulan bulat bundar itu kan ?
ketika burung-burung pulang kembali ke sarangnya
mengepakkan sayap-sayap mungil menjelajah angkasa
dan kau ajak aku menari dibawah sinarnya...
menari hingga hilang lelah kita akan penantian hidup




ya ..kita masih menatap purnama yang sama
namun tempat kita berbeda .....

Rindu Malam

0 komentar
rinduku terserak disepanjang jalan yang pernah kita lalui,
menebar aroma sisa hujan sesore tadi...

rinduku terlepas hendak menuju ke arahmu,
namun hanya ruang kosong yang kutemui di ujung jalan ini....

rinduku terbenam pada lumpur yang hanyut bersama air hujan
terus mencoba memeluk bayang tubuhmu yang mengabur di telan kabut penghujung malam.....

Rinduku yang selamanya kan bersemanyam di langit gelap

Kutahu takkan pernah ada dalam dekapanmu selamanya......

Dan tentang dia…
biarkan kerinduan ini meratap pelan karena nantinya akan mengasap dan hilang.

Pada Cintamu

0 komentar
Kutemukan cinta
Pada sapa yang kau torehkan di keheningan malam
Ketika purnama bulat bundar
Yang kita nikmati bersama di tempat yang berbeda

Kutemukan cinta,
Pada bentangan laut lepas
Ketika senja perlahan menyelimuti angan
Yang kita tatap bersama di waktu yang berbeda

Kutemukan cinta,
Pada kerlip lampu jalan di kejauhan
Yang nakal menari-nari di pekatnya malam
Ketika kita hirup bersama aroma sejuknya

Kutemukan cinta,
Pada purnama, bintang dan halimun senja
Pada gerimis, harum pinus dan wangi tanah basah selepas hujan
Pada cintamu, kutemukan cintaku …

Izinkan Aku ...

0 komentar
Sungguh, aku rindu kamu ,,

rindu yang tak pernah berani lagi kuungkapkan kepadamu

rindu tatapanmu yang meneduhkan hatiku

rindu tawamu yang lucu

rindu jemarimu memegang tanganku seperti dulu

rindu pelukanmu yang menguatkan hidupku...

rindu sapaanmu setiap hari...

rindu mendengar suara renyahmu dari telepon genggamku

rindu ucapan "aku cinta kamu" yang keluar dari bibirmu

Aku rindu segalamu, tentang kamu, tentang kita......

rindu akan keyakinan yang dulu terpegang erat di hatimu


tapi bahkan tak satupun kerinduanku itu yang bisa kurasakan lagi..

menghilang tersapu kesadaran bahwa aku ini adalah sebuah kesalahan..

kesalahan yang mungkin ingin kau lupakan seumur hidupmu

betapa ingin kuhapus kerinduan ini, kurobek2 dari dalam hati menjadi ribuan serpihan kecil dan kubuang ke dalam samudera. hingga tak perlu lagi kurasa sakit ini....

namun aku gagal melupakan segalanya tentang kita ....

gagal menyingkirkan segala tentangmu..

tak semudah dirimu melupakan kita, aku kalah melawan perasaanku sendiri...

sungguh, tak pernah kusesali semua

meski cintaku hanya mampu menyentuh tepian hatimu tanpa bisa masuk ke dalamnya

mungkin harus kucukupkan sampai disini diriku belajar tentang mencinta..

hingga .... kamulah yang akan menjadi pria terakhir dalam hidupku

sungguh, tak ingin ku gantikan tempatmu dihatiku dengan cinta yang lain..

Izinkan aku tetap menyimpan cinta untukmu, meski kau tak mau..

biarkan aku tetap menikmati warna abu-abu itu...

seperti hujan yang tak pernah lelah membasahi malam...