aku ingin pulang ....
menapaki jalan yang dulu pernah kulalui
berharap menemukan sisa kenangan
yang entah tercecer dimana....
aku ingin beranjak..
menembus senja
meretas jalanku sendiri...
menempuh sunyi yang hakiki...
aku ingin melangkah menembus hujan
dalam balutan tetes airnya
yang kurasa sedingin hatiku
Tuhan, jemputlah aku..
Jika memang waktuku telah habis disini
dari sunyi ..kembali ke sepi....

Tempat Hujan Berteman Sunyi Meneriakkan Isi Hati
Facebook Hujan
Situs Hujan
Mencari Hujan
Fans Hujan
About Me
- Lygia Pecanduhujan
- Seorang pecandu hujan yang sangat menikmati suasana malam..
Tampilkan postingan dengan label Malam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Malam. Tampilkan semua postingan
1 komentar
Label:
Malam
kau adalah rumah
yang dinding-dindingnya kupakai berlindung
kala lemah
kau adalah rumah
yang atapnya menjadi tempatku bernaung
saat lelah
kau adalah rumah
yang pintunya membebaskan aku
untuk melangkah masuk atau keluar
kau adalah rumah
yang setiap ruangannya memberikan kehangatan
yang jendelanya merupakan mata hatiku
yang tamannya memberikan kesegaran harum bunga
yang keseluruhannya membuatku bahagia....
yang dinding-dindingnya kupakai berlindung
kala lemah
kau adalah rumah
yang atapnya menjadi tempatku bernaung
saat lelah
kau adalah rumah
yang pintunya membebaskan aku
untuk melangkah masuk atau keluar
kau adalah rumah
yang setiap ruangannya memberikan kehangatan
yang jendelanya merupakan mata hatiku
yang tamannya memberikan kesegaran harum bunga
yang keseluruhannya membuatku bahagia....
0
komentar
Label:
Malam
LuKa ItU..
AdA bUkAn KaReNa UcApAnMu..
TaPi KaReNa DiAmMu
LuKa ItU..
MeNgAnGa KaReNa KeHiLaNgAnMu..
SeBaB tIaDaMu
DaN LuKa ItU..
TaK bErArTi Ku MeMbEnCiMU..
JuStRu SeBaB kUtErLaLu
MeNcInTaImU..
SeMeNtArA kAu MeMbIsU
DaN LaNtAs BeRlAlU...
AkU tErLuKa..
NaMuN tEtAp KuMeNcInTa
HaNyA kAmU sAjA...
AdA bUkAn KaReNa UcApAnMu..
TaPi KaReNa DiAmMu
LuKa ItU..
MeNgAnGa KaReNa KeHiLaNgAnMu..
SeBaB tIaDaMu
DaN LuKa ItU..
TaK bErArTi Ku MeMbEnCiMU..
JuStRu SeBaB kUtErLaLu
MeNcInTaImU..
SeMeNtArA kAu MeMbIsU
DaN LaNtAs BeRlAlU...
AkU tErLuKa..
NaMuN tEtAp KuMeNcInTa
HaNyA kAmU sAjA...
0
komentar
Label:
Malam
aku mencari sepotong hati yang tak pernah mati
sepotong hati yang mungkin tercecer di suatu jalan yang pernah kulewati
atau bahkan mungkin sama sekali belum terjamah olehku...
entahlah...
apakah mungkin ia belum kutemukan
ataukah dia telah kulewati begitu saja tanpa aku peduli ?
ketika jiwaku merapuh..
kurindukan sepotong jiwa yang mampu menggenapinya
langkahku membentur cadas
tubuhku tertabrak dinding karas
panas....
tiap saat yang berlalu kucatatkan dalam rupa yang tak terbentuk
kelu...lirih...sakit...perih...bisu...mati...rapuh..patah...belah...pasrah..kalah...
sakit apalagi yang belum kurasa ?
nyeri manalagi yang tak sempat ku jamah ?
hatiku menggapai-gapai jiwaku yang tak kulihat lagi ...
sepotong hati yang mungkin tercecer di suatu jalan yang pernah kulewati
atau bahkan mungkin sama sekali belum terjamah olehku...
entahlah...
apakah mungkin ia belum kutemukan
ataukah dia telah kulewati begitu saja tanpa aku peduli ?
ketika jiwaku merapuh..
kurindukan sepotong jiwa yang mampu menggenapinya
langkahku membentur cadas
tubuhku tertabrak dinding karas
panas....
tiap saat yang berlalu kucatatkan dalam rupa yang tak terbentuk
kelu...lirih...sakit...per
sakit apalagi yang belum kurasa ?
nyeri manalagi yang tak sempat ku jamah ?
hatiku menggapai-gapai jiwaku yang tak kulihat lagi ...
0
komentar
Label:
Malam
kita masih menatap purnama yang sama kan ?
mematikan lampu beranda dan menikmatinya dalam kegelapan
bercerita lirih tentang rasa kita yang sepurna bulan itu
kita masih mencintai sabit yang itu juga kan ?
cahyanya kuning berpendar seantero jagat
kau genggam tanganku hangat
mengusapnya perlahan untuk kemudian mengecupnya lembut...
kita masih menikmati bulan bulat bundar itu kan ?
ketika burung-burung pulang kembali ke sarangnya
mengepakkan sayap-sayap mungil menjelajah angkasa
dan kau ajak aku menari dibawah sinarnya...
menari hingga hilang lelah kita akan penantian hidup
ya ..kita masih menatap purnama yang sama
namun tempat kita berbeda .....
mematikan lampu beranda dan menikmatinya dalam kegelapan
bercerita lirih tentang rasa kita yang sepurna bulan itu
kita masih mencintai sabit yang itu juga kan ?
cahyanya kuning berpendar seantero jagat
kau genggam tanganku hangat
mengusapnya perlahan untuk kemudian mengecupnya lembut...
kita masih menikmati bulan bulat bundar itu kan ?
ketika burung-burung pulang kembali ke sarangnya
mengepakkan sayap-sayap mungil menjelajah angkasa
dan kau ajak aku menari dibawah sinarnya...
menari hingga hilang lelah kita akan penantian hidup
ya ..kita masih menatap purnama yang sama
namun tempat kita berbeda .....
0
komentar
Label:
Malam
rinduku terserak disepanjang jalan yang pernah kita lalui,
menebar aroma sisa hujan sesore tadi...
rinduku terlepas hendak menuju ke arahmu,
namun hanya ruang kosong yang kutemui di ujung jalan ini....
rinduku terbenam pada lumpur yang hanyut bersama air hujan
terus mencoba memeluk bayang tubuhmu yang mengabur di telan kabut penghujung malam.....
Rinduku yang selamanya kan bersemanyam di langit gelap
Kutahu takkan pernah ada dalam dekapanmu selamanya......
Dan tentang dia…
biarkan kerinduan ini meratap pelan karena nantinya akan mengasap dan hilang.
menebar aroma sisa hujan sesore tadi...
rinduku terlepas hendak menuju ke arahmu,
namun hanya ruang kosong yang kutemui di ujung jalan ini....
rinduku terbenam pada lumpur yang hanyut bersama air hujan
terus mencoba memeluk bayang tubuhmu yang mengabur di telan kabut penghujung malam.....
Rinduku yang selamanya kan bersemanyam di langit gelap
Kutahu takkan pernah ada dalam dekapanmu selamanya......
Dan tentang dia…
biarkan kerinduan ini meratap pelan karena nantinya akan mengasap dan hilang.
0
komentar
Label:
Malam
Kutemukan cinta
Pada sapa yang kau torehkan di keheningan malam
Ketika purnama bulat bundar
Yang kita nikmati bersama di tempat yang berbeda
Kutemukan cinta,
Pada bentangan laut lepas
Ketika senja perlahan menyelimuti angan
Yang kita tatap bersama di waktu yang berbeda
Kutemukan cinta,
Pada kerlip lampu jalan di kejauhan
Yang nakal menari-nari di pekatnya malam
Ketika kita hirup bersama aroma sejuknya
Kutemukan cinta,
Pada purnama, bintang dan halimun senja
Pada gerimis, harum pinus dan wangi tanah basah selepas hujan
Pada cintamu, kutemukan cintaku …
Pada sapa yang kau torehkan di keheningan malam
Ketika purnama bulat bundar
Yang kita nikmati bersama di tempat yang berbeda
Kutemukan cinta,
Pada bentangan laut lepas
Ketika senja perlahan menyelimuti angan
Yang kita tatap bersama di waktu yang berbeda
Kutemukan cinta,
Pada kerlip lampu jalan di kejauhan
Yang nakal menari-nari di pekatnya malam
Ketika kita hirup bersama aroma sejuknya
Kutemukan cinta,
Pada purnama, bintang dan halimun senja
Pada gerimis, harum pinus dan wangi tanah basah selepas hujan
Pada cintamu, kutemukan cintaku …
0
komentar
Label:
Malam
Sungguh, aku rindu kamu ,,
rindu yang tak pernah berani lagi kuungkapkan kepadamu
rindu tatapanmu yang meneduhkan hatiku
rindu tawamu yang lucu
rindu jemarimu memegang tanganku seperti dulu
rindu pelukanmu yang menguatkan hidupku...
rindu sapaanmu setiap hari...
rindu mendengar suara renyahmu dari telepon genggamku
rindu ucapan "aku cinta kamu" yang keluar dari bibirmu
Aku rindu segalamu, tentang kamu, tentang kita......
rindu akan keyakinan yang dulu terpegang erat di hatimu
tapi bahkan tak satupun kerinduanku itu yang bisa kurasakan lagi..
menghilang tersapu kesadaran bahwa aku ini adalah sebuah kesalahan..
kesalahan yang mungkin ingin kau lupakan seumur hidupmu
betapa ingin kuhapus kerinduan ini, kurobek2 dari dalam hati menjadi ribuan serpihan kecil dan kubuang ke dalam samudera. hingga tak perlu lagi kurasa sakit ini....
namun aku gagal melupakan segalanya tentang kita ....
gagal menyingkirkan segala tentangmu..
tak semudah dirimu melupakan kita, aku kalah melawan perasaanku sendiri...
sungguh, tak pernah kusesali semua
meski cintaku hanya mampu menyentuh tepian hatimu tanpa bisa masuk ke dalamnya
mungkin harus kucukupkan sampai disini diriku belajar tentang mencinta..
hingga .... kamulah yang akan menjadi pria terakhir dalam hidupku
sungguh, tak ingin ku gantikan tempatmu dihatiku dengan cinta yang lain..
Izinkan aku tetap menyimpan cinta untukmu, meski kau tak mau..
biarkan aku tetap menikmati warna abu-abu itu...
seperti hujan yang tak pernah lelah membasahi malam...
rindu yang tak pernah berani lagi kuungkapkan kepadamu
rindu tatapanmu yang meneduhkan hatiku
rindu tawamu yang lucu
rindu jemarimu memegang tanganku seperti dulu
rindu pelukanmu yang menguatkan hidupku...
rindu sapaanmu setiap hari...
rindu mendengar suara renyahmu dari telepon genggamku
rindu ucapan "aku cinta kamu" yang keluar dari bibirmu
Aku rindu segalamu, tentang kamu, tentang kita......
rindu akan keyakinan yang dulu terpegang erat di hatimu
tapi bahkan tak satupun kerinduanku itu yang bisa kurasakan lagi..
menghilang tersapu kesadaran bahwa aku ini adalah sebuah kesalahan..
kesalahan yang mungkin ingin kau lupakan seumur hidupmu
betapa ingin kuhapus kerinduan ini, kurobek2 dari dalam hati menjadi ribuan serpihan kecil dan kubuang ke dalam samudera. hingga tak perlu lagi kurasa sakit ini....
namun aku gagal melupakan segalanya tentang kita ....
gagal menyingkirkan segala tentangmu..
tak semudah dirimu melupakan kita, aku kalah melawan perasaanku sendiri...
sungguh, tak pernah kusesali semua
meski cintaku hanya mampu menyentuh tepian hatimu tanpa bisa masuk ke dalamnya
mungkin harus kucukupkan sampai disini diriku belajar tentang mencinta..
hingga .... kamulah yang akan menjadi pria terakhir dalam hidupku
sungguh, tak ingin ku gantikan tempatmu dihatiku dengan cinta yang lain..
Izinkan aku tetap menyimpan cinta untukmu, meski kau tak mau..
biarkan aku tetap menikmati warna abu-abu itu...
seperti hujan yang tak pernah lelah membasahi malam...
Langganan:
Postingan (Atom)
(c) Catatan Kecil Pecandu Hujan
WP theme by | Courtesy of Piercing, Converted to BLOGGER by BloggerThemes.Net


