semudah itukah melupakan ?

hati2, kedepannya akan jauh lebih berat..katamu.

dan inilah episode terberat itu.

tapi aku tetap bertahan dihantam gelombang ini.

dan akan kau lihat, aku tetap berdiri disini untukmu.

untuk jadi apapun yang aku bisa lakukan..

atas nama keyakinan yang pernah aku pahat di langit malam yang pekat kelam. ^_^

4 komentar:

Rain Boy mengatakan...

teh,tehhhh,,,,
banyak yg dipihak mu cemangad yachh....

Anonim mengatakan...

aku masih disini untuk setia, andai kau mau bertahan sekejap saja

luluwartso mengatakan...

kalupun melupakan semudah membalik tangan akankah berarti tak ada dendam? dan kalupun melupakan sesulit ombak yang menggempur karang... apakah ombak tak pernah surut? dan sebelum kau selesaikan menghitung bintang dalam gelap malam mungkin fajar kan menyongsong...apakah kau seyakin itu?


*maaf atas komentar yang saya tulis...ini hanya semacam alat kejut jantung bagi otak saya untuk lebih berfikir.

Anonim mengatakan...

It's appreciated that you're ρenning this, when уou want
you may even examine out my site http://gаrciniacambοgіa.
οгg/fruit-еxtгaсt/.

Posting Komentar